[:en]Unhas Excellent Institutional Accreditation Conversion[:in]Unhas Konversi Akreditasi Institusi Unggul[:]

[:en]Hasanuddin University has succeeded in increasing the accreditation status of the institution to be superior. This is in accordance with the decision of the National Accreditation Board for Higher Education (BAN-PT) which was received on Tuesday (12/7).

Through an interview on Friday (15/07), the Head of the Institute for Quality Assurance and Educational Development (LPMPP), Prof. Dr. Ir. Musrizal Muin, M.Sc., explained the academic quality improvement strategy adopted by Unhas.

LPMPP implements an internal quality assurance system through a cycle of planning, implementing, evaluating, controlling, and improving internal standards that go beyond national higher education standards.

Academic activities by study programs are annually monitored and evaluated for compliance with predetermined standards. The results of the monitoring and evaluation are used as material for management review to take steps to improve quality on an ongoing basis.

This mechanism is needed to ensure the feasibility of achieving the expected level of accreditation.

“The challenges faced are mainly in raising internal awareness related to quality culture. LPMPP realizes the need for this to be built, although it will proceed slowly, but the important thing is never to stop trying, “explained Prof. Musrizal.

LPMPP will continue to play a role in maintaining the achievements of Unhas in accordance with their duties. Some of these roles include the implementation of an Outcome Based Education (OBE)-based curriculum, lecturer learning materials equipped with research results and/or community service results, adaptive learning processes to the needs of graduate users, and systematic measurement of learning outcomes.

In addition, collaboration is needed in providing lecturers with the highest academic qualifications, adequate facilities and infrastructure to support learning activities and processes, quantity and quality of research and community service, as well as international cooperation and mobility.

The predicate of excellent accreditation achieved by Unhas shows the success of becoming a university with standards that far exceed the National Higher Education Standards (SN-Dikti). These standards are both quantitative and qualitative in all processes of the Tridharma of Higher Education. (*Unhas public relations)[:in]Universitas Hasanuddin berhasil meningkatkan status akreditasi institusi menjadi unggul. Hal ini sesuai keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang diterima pada Selasa (12/7).

Melalui wawancara pada Jum’at (15/07), Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP), Prof. Dr. Ir. Musrizal Muin, M.Sc., menjelaskan strategi peningkatan mutu akademik yang ditempuh oleh Unhas.

LPMPP menerapkan sistem penjaminan mutu internal melalui siklus perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan standar internal yang melampaui standar nasional pendidikan tinggi.

Kegiatan akademik oleh program studi setiap tahun dimonitor dan dievaluasi tingkat pemenuhannya terhadap standar yang telah ditentukan. Hasil monitoring dan evaluasi tersebut menjadi bahan tinjauan manajemen untuk mengambil langkah peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Mekanisme ini diperlukan untuk menjamin kelayakan pencapaian tingkat akreditasi yang diharapkan.

“Tantangan yang dihadapi terutama dalam membangkitkan kesadaran internal terkait budaya mutu. LPMPP menyadari perlunya hal ini dibangun, meskipun akan berjalan secara perlahan, tapi yang penting jangan pernah berhenti berusaha,” jelas Prof. Musrizal.

LPMPP akan terus mengambil peran dalam menjaga capaian Unhas sesuai dengan tugasnya. Beberapa peran tersebut antara lain penerapan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), materi pembelajaran dosen yang dilengkapi dengan hasil riset dan/atau hasil pengabdian kepada masyarakat, proses pembelajaran yang adaptif dengan kebutuhan pengguna lulusan, serta pengukuran capaian pembelajaran yang sistematis.

Selain itu, diperlukan kolaborasi dalam penyediaan dosen dengan kualifikasi akademik tertinggi, sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang kegiatan dan proses pembelajaran, kuantitas dan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta kerja sama dan mobilitas internasional.

Predikat akreditasi unggul yang diraih Unhas menunjukkan keberhasilan menjadi perguruan tinggi dengan standar yang jauh melampaui Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti). Standar tersebut baik dari sisi kuantitatif maupun kualitatif dalam semua proses Tridarma Perguruan Tinggi. (*humas Unhas)[:]

Scroll to Top